Rabu, 02 Juni 2010

Jef's Love

Lembaran kertas yang dijatuhi airmata Ika itu ternyata berisi tentang ungkapan kesedihan Jef yang harus meninggalkannya untuk sementara atau selamanya
. ‘jika memang aku bukan yang terbaik untukmu, jangan pernah tinggalkan kenangan kita, karena ini akan menjadi cerita kenangan untuk anak cucu kita’. itulah yang selalu diratapi Ika kekasihnya.

Sepanjang malam itu Ika tertidur dengan memeluk fotonya bersama Jef sambil berharap dapat memimpikan kekasihnya itu.


Pada bulan April tiga bulan yang lalu, Ika bertemu dengan seorang cowok dalam keadaan sekarat karena mobil yang dibawanya menabrak sebuah pohon. Ika dengan kepolosannya menolong cowok ini, Ika membawa cowok ini ke sebuah Rumah Sakit.
‘ Dok, bagaimana keadaannya?’ seru Ika, ‘mungkin sampai dua hari ini dia tidak akan sadar, karena benturan itu membuat dia mengeluarkan darah yang banyak, boleh tau Anda ini keluarganya?’ balas dokter tersebut. ‘ ehhmm, aku istrinya dok. Ia aku istrinya’
‘ kalau begitu ikut anda harus membereskan administrasinya paling lambat besok’ kata dokter itu sambil pamit. Ika bingung mau kasih tau sama siapa keadaan Jef sekarang. Tapi akhirnya dia bertekad menanggungjawabi cowok itu. Ika tak ingin kejadian yang dulu menimpa saudaranya terulang lagi pada cowok itu. Dulu, Ika harus kehilangan saudara perempuannya karena kecelakaan dan tidak ada yang mau menolong pada saat itu.
Ketika Ika masuk kedalam kamar inap cowok itu, ia menemukan dompet. Ika berharap akan menemukan salah seorang keluarga cowok tersebut didalam dompet tersebut lalu Ika membukanya. Didalam dompet itu hanya ada foto cowok itu sendiri disertai namanya, yaitu Jefry Antonius S. Dua hari kemudian, Jef terbangun dalam keadaan bingung, Jef bertanya ‘ kamu siapa? Aku ada dimana?’. ‘Aku Ikanita, panggil aja Ika. Kemarin kamu abis nabrak pohon dan kamu dalam keadaan pingsan, jadi aku bawain aja kesini’ balas Ika. ‘aduh, makasih banget ya, aku berhutang nyawa sama kamu. Tapi, aku koq gak ingat apapa?? Siapa aku sebenarnya??’ jawabnya sambil ketakutan. ‘kata dokter kamu masih butuh istirahat, mungkin tiga ato empat hari lagi kamu udah bisa pulang’ jawab Ika sambil mengalihkan pembicaraan.
Kemudian Ika keluar dan menceritakan hal itu kepada dokter. ‘ dia butuh perawatan ektra karena dia sekarang sedang lupa ingatan. Tapi,gak usah cemas karena ingatannya pasti pulih kembali kalau dia ingat sesuatu yang sama seperti yang ia sedang lakukan’ jelas dokter itu. Ika bingung bagaimana caranya ia bisa membantu Jef. Tapi, ia yakin dia pasti bisa kalau dia berusaha.

Setelah Jef disarankan pulang oleh dokter, Jef tak tau mau pulang kemana karena dia tidak ingat apa-apa. Ika kemudian membawa Jef ke rumahnya, dimana hanya ada dia dan pembantunya. ‘ Jef kamu tinggal disini aja ya bareng ma aku, kamu kan masih butuh perawatan sementara kamu tak ingat apa-apa’ saran Ika. ‘Ika, aku sangat berhutang budi ma kamu, aku tak tau harus membalas dengan apa ini semua’ balasnya. ‘gak papa kok, kebetulan mama dan papa lagi di luar kota, jadi aku gak kesepian kalo ada kamu disini’ jawab Ika.

Seiring waktu berjalan, Ika senantiasa menemani hari-hari Jef. Tak kunjung bosan Ika merawat dan menjaga cowok tampan itu.
Suatu hari ketika Ika pergi ke kampus, Jef tak tau harus ngapain. Kemudian Jef coba masak makanan kesukaan Ika.
Ketika Ika pulang dari kampus, Ika dikejutkan oleh aroma makanan nya itu.
‘ini masakan siapa?? Tau aja aku lagi lapar’ kata Ika. ‘ eh, kamu udah pulang Ka, tadi aku gak ada kerjaan jadi aku masakin itu buat kamu. Yaudah kita makan yuk..’ ajak Jef.
Mereka menyantap makanan itu tanpa ada basa basi lagi, ketika mereka lahap, Ika tanpa sengaja menumpahkan minumannya karena keasyikan melototi Jef menyantap makan malam itu. Jef kemudian spontan berhenti makan dan mengusapi pakaian Ika dengan tisu. Tak terelakkan lagi, kedua mata mereka bertatapan secara refleks. Tiba-tiba suasana terdiam karena kejadian itu. ‘maaf Ka, aku udah lancang’ ucap Jef sambil mengatur jarak mereka yang sempat rapat, ‘em,, gak apapa koq Jef’ jawab Ika sambil senyum.

Setelah makan malam, mereka jalan-jalan cari udara segar. Ketika ingin pulang kerumah, tiba-tiba Ika menggandeng tangan Jef . Jef sempat terkejut, namun Ika bilang kalau dia takut diganggu preman disitu. Lalu Jef meyakinkan kalau dia kan senantiasa menjaga Ika.

Malam yang begitu dingin mengharuskan Ika tertidur disebuah sofa yang tadinya tempat dia menonton acara televisi. Jef kemudian mengangkat Ika ke kamarnya lalu bergegas keluar dari situ. Tampaknya Ika belum terlalu tertidur, karna begitu Jef keluar Ika masih terbangun sambil menebarkan senyumnya mengingat kejadian tersebut. Jef seakan-akan telah membuat Ika kasmaran karna setiap hari Ika tak ingin jauh dari Jef.
Begitu Jef membaringkan badannya di kasur yang empuk tersebut, untuk pertama kalinya dia tersenyum sendiri sambil membayangkan paras Ika yang imut itu. ‘aku gak boleh jatuh cinta ma Ika, aku kan bukan siapa-siapa dia. Aku hanya orang yang perlu dikasihaninya jadi kecil kemungkinanya dia suka sama aku’ kata Jef dalam hatinya.

Kebersamaan mereka melewatkan hari-harinya, membuat kedua insan itu tak ingin dipisahkan. Seakan-akan di dunia ini tak ada manusia lain yang bisa memisahkan mereka. Namun diantara mereka tak ada yang berani mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, terlebih lagi Jef. Sampai pada akhirnya kepala Jef kambuh, dia mengerang-erang kesakitan layaknya orang kesurupan. Kepanikan Ika bagaikan kehilangan harta yang paling berharga. ‘ Jef,, kamu kenaaapa??’imbuh Ika sambil gemetaran. ‘tolong aku Ka, aku….aku gak tahan lagi, kepalaku udah mau pecah. Sakit banget….’ Balas Jef sambil teriak. Kemudian Ika memeluk erat Jef sambil menangis ‘kamu gak boleh sakit lagi Jef, aku gak mau kehilangan kamu. Aku sayang sama kamu Jef, aku cinta sama kamu. Jangan tinggalin aku……..’ kata Ika spontan sambil menangis.
Jef yang masih terlentang tiba-tiba tertidur sambil menggenggam tangan Ika. Dalam mimpi Jef, Jef bertemu dengan seorang anak kecil yang memanggil dia ayah. ‘ayah..ayah…jangan tinggalkan aku ayah..’ sorak anak tak dikenal itu kepada Jef. Selang beberapa menit Jef terbangun dan melihat Ika tetap disampingnya tertidur mungkin karena kelelahan.
Jef baru sadar kalau Ika juga menyimpan perasaan yang sama dengannya. Jef tersenyum mengingat ketakutan Ika tadi. Lalu Jef membelai rambut indah Ika hingga Ika pun terbangun. ‘ Ka, aku selalu saja merepotkan kamu. Kenapa kamu selalu saja bisa membantu aku..’ kata Jef, ‘Jef, tanpa aku sadari, aku udah terlanjur sayang sama kamu. Walaupun mungkin kamu sudah memiliki kekasih di masa lalumu.’ balas Ika. ‘aku tidak tau apapa Ika. Walaupun aku harus memilih, aku sudah terlanjur cinta sama kamu dan aku gak ingin ingatanku tentang masa laluku teringat olehku’ jawab Jef sambil meyakinkan Ika.

Kedua insan itu memulai lembaran baru sebagai sepasang kekasih. Keduanya bagai air dan beras yang tak dapat dipisahkan.
3 bulan sudah kebersamaan mereka, tak ada khilaf yang mengusik, keduanya terlihat semakin romantis. Hingga akhirnya mbok Iyem (pembantu Ika) heran melihat tingkah keduanya. Mbok Iyem takut keduanya melakukan hal yang tidak diinginkan karena Jef dan Ika tinggal serumah bahkan kadang mereka tidur sekamar. Mbok Iyem akhirnya menceritakan hal tersebut kepada mama dan papa Ika melalui telefon. Orang tua Ika terkejut mendengar cerita itu dan mengatakan akan pulang dalam waktu dua minggu lagi karna masih banyak kerja ditempat ortu Ika bekerja.
Pada hari yang sama, Jef baru pulang dari jalan-jalan bersama kekasihnya itu dan langsung mandi. Seusai mandi, Jef langsung ke kamar Ika dengan maksud mengajak Ika makan malam. Tetapi pacarnya tersebut sedang mandi dan di kamar Ika tidak ada siapa-siapa. Ketika Jef keluar, dia terjatuh dan kepalanya terbentur ke anak tangga kamar Ika. Darah kemudian mengalir deras dari kepalanya hingga dia pingsan. Begitu keluar dari kamar mandi, Ika berteriak histeris ‘Jeeeeeeeeefffffff……..’ teriaknya membuat Mbok Iyem tersontak berlari seperti mengejar maling. Tanpa tunggu waktu lagi, Jef dibaringkan dirumah sakit. Hampir satu minggu Jef tak juga sadar.
‘ non, biar saya aja yang jaga mas Jef disini. Non pulang aja dulu dan istirahat’ kata mbok Iyem. ‘iya bi’ balas Ika sambil memasang paras sedihnya.
Dua jam setelah Ika pulang, Jef sadar sementara mbok Iyem sedang ke bagian administrasi berhubung karena dipanggil perawat. Begitu Jef terbangun, ia sadar dan pulih dari ingatannya. Ia teringat semua kejadian yang menimpanya.
‘ya ampun, ternyata aku masih punya keluarga. Kenapa ini terjadi padaku. Tidak mungkin aku menceritakan ini pada Ika. Kalau Ika tau aku masih punya anak dan istri mungkin dia takkan bisa menerima ini semua’ sesal Jef sambil memegangi kepalanya yang di balut perban itu.
Belum sempat Ika sampai di ruangan Jef, Ika melihat Jef berlari sambil mencabut impus di tangannya. ‘ Jef… kamu mau kemana??, Jef, Jef…’ teriak Ika. Jef terus berlari menuju arah pasar hitam. Ika mengejarnya dari belakang tapi Jef terlanjur menaiki sebuah taksi yang kebetulan berhenti di depannya dan melaju kencang hingga Ika tak sanggup lagi mengejar. Ika hanya mampu terdiam menatapi kepergian Jef. Sesampai Ika di rumah ia mendapati mama dan papanya sudah menantinya.
‘lho koq mama dan papa gak kabari aku kalau kalian mau datang??’ imbuh Ika. ‘kalo kami kasih tau, kamu pasti menyembunyikan cowok jalanan yang kamu pungut itu. Iya ‘kan?’ marah papanya Ika. Lalu dengan keadaan tenang Ika menceritakan semuanya kepada ortunya itu. Kedua orang tuanya yang tadinya memasang muka marah tiba-tiba menjadi bangga kepada putri semata wayangnya itu. ‘tapi kenapa Jef itu pergi begitu saja??’ heran papa Ika, ‘ aku juga gak tau pa, padahal aku dan dia sudah merencanakan semuanya untuk masa depan kami berdua, termasuk pernikahan kami pa’ balas Ika sambil menangis.
Kemudian mbok Iyem datang sambil membawa selembar surat. ‘non, mas Jef udah pergi sewaktu saya membayar biaya administrasiya tadi non. Lalu saya temukan ini di tempat tidurnya’ucap Mbok Iyem sambil menyodorkan selembar kertas yang dipegangnya. Lalu Ika membaca surat itu yang isinya ;‘jika memang aku bukan yang terbaik untukmu, jangan pernah tinggalkan kenangan kita, karena ini akan menjadi cerita kenangan untuk anak cucu kita’.

Jef akhirnya sampai ketempat tujuannya itu. Dia melihat rumah tempat keluarganya dulu berkumpul, kini terlihat sepi. Kemudian dia masuk ke rumah itu dan mendapati anak perempuannya sedang duduk seperti menanti dirinya datang. Sambil menangis dia memeluk Nadine (anak Jef) dari belakang sambil menangis. ‘ayah..ayah..’ kata Nadine sambil menciumi wajah ayahnya itu. Mendengar suara Nadine itu seorang wanita tua keluar dari dapur dan langsung menyambar Jef. ‘anakku, aku sudah yakin kamu tidak mungkin meninggalkan kami. Kemana saja kamu selama ini anakku??’ tanya wanita tua itu yang ternyata Ibu Jef. ‘ceritanya panjang Bu, lain waktu aku ceritakan ya. Oia Bu, Rani (istri Jef) kemana? Koq dari tadi gak keliatan, apa dia gak kangen ma aku atau dia marah karna aku lama pulang?’ tanya Jef karena penasaran melihat paras Istrinya. Sambil menangis Ibu Jef menceritakan kejadian yang menimpa mereka setelah Jef meninggalkannya. ‘ setelah kami tau kamu kecelakaan, aku dan Rani langsung ke tempat kejadian dan kami tidak menemukan kamu disana, lalu Rani tak juga berhenti menangis sesampainya dirumah. Rani mencarimu entah kemana. Dua bulan dia tidak pulang ke rumah, sepulangnya dia ke rumah dia tak bisa bicara apa-apa. Dia hanya terdiam dan terdiam. Dia sudah memisahkan dirinya dari kita semua, dia pergi begitu saja tanpa ada pesan kepada kita nak’ kenang Ibu itu sambil menangis, lalu Jef memotong pmbicaraan Ibunya itu ‘ maksud Ibu, dia sudah….’. lanjut ibu itu lagi ‘ iya anakku. Dia pergi karena seorang pencuri tanpa sengaja menusuk perutnya dengan senjata tajam ketika Rani sedang berdiri di depan sebuah toko’ jelas Ibu itu.

Jef tak tau harus berbuat apa lagi, dia merasa sangat bersalah kepada Rani dan Ika. Sekarang dia hanya bisa terdiam menerima keadaan.
Satu minggu berselang waktu, Jef melihat di sebuah acara televisi seorang wanita yang di kabarkan hilang, wanita itu adalah Ika. Jef langsung spontan dengan serius mengamati wanita itu dan memang benar, orang hilang itu adalah Ika, orang yang dicintainya.
‘aku tidak boleh terus seperti ini, aku harus menemukan Ika dan tidak boleh kehilangan wanita yang kucintai untuk yang kedua kalinya’ isi hati Jef bicara. Lalu Jef pamit kepada Ibunya itu dan menceritakan semua yang pernah terjadi padanya setelah kecelakaan itu. Dengan izin Ibunya itu Jef pergi mencari Ika. Pertama, Jef pergi ke rumah Ika dan menjelaskan semuanya kepada mama dan papa Ika. Kemudian, lewat radio Jef mengabarkan bahwa ia mencari Ika dan menyuruh Ika pulang. Ika sebenarnya tidak jauh dari rumah, dia hanya menginap ditempat temannya karna merasa kesepian setelah ditinggalkan Jef, tetapi Ika memang merahasiakan ini kepada orang tuanya. Setelah Ika mendengar kabar dari radio itu, Ika langsung pulang tanpa pamit. Sesampainya di rumah, Ika langsung memeluk erat Jef tanpa malu di depan kedua orang tuanya. Jef kemudian menceritakan semua tentang dia dan keluarganya, Ika tak peduli apa pun latar belakang Jef, Ika tetap ingin menikah dengan Jef. Mama dan papa Ika tak mau membuat Ika menangis setiap hari sehingga kedua orangtuanya itu menyetujui permintaan putri tunggalnya itu.

Selesai


karya :
(Jefry Antonius S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar