DEMI SEBUAH RASA
Burrrrr… suara air setelah Ius melompat ke dalam kolam renang. Tiba-tiba seorang waanita berteriak “ Ius cepat donk mandinya udah kelamaan nunggunya” kemudian Ius membalas ” Ia ma, ne udah mau selesai”
Diatas roda empat yang baru dibeli itu mereka berbincang-bincang tentang sekolah Ius yang baru. Hari itu adalah hari pertama Ius masuk sekolah menengah atas (SMA), tapi sepertinya dia gak terlalu senang bila teringat masa SMP-nya yang dulu yang begitu indah namun harus diakhiri oleh kesedihan.
Begitu Ius masuk kedalam kelas, Ia melihat sebuah bangku kosong dan tanpa pikir panjang ia langsung duduk di bangku tersebut. Tak lama kemudian Ius kenalan dengan sseorang cowok yang bernama Hardy. “ hai aku Hardy” ucap hardy, “ Ius “ balasnya sambil menjabat tangan hardy yang ternyata tidak naik kelas tahun lalu.
Setelah semua siswa masuk ke kelas 1A tersebut, maka kakak senior mengumumkan jadwal MOS yang akan dilaksanakan besok. Sepulang dari sekolah, Ius ditemani mamanya membeli perlengkapan MOS besok, di pasar tradisional tempat mereka belanja itu, Ius melihat sseorang wanita tua memasang muka sedihnya sambil merobek-robek sejumlah kertas, dalam hati Ius “ibu itu koq menangis” sambil mengenali paras ibu tua tersebut.
MOS pun dimulai, setiap siswa baru disuruh mengumpulkan sampah dan membuangnya ketempat yang paling dekat dengan mereka, seorang kakak senior berteriak keras “ Lintahhh cepaaaat!!!!!!!!!!!!!” panggilnya memanggil nama cantik Ius, “i..i..a kak” terdengar dari mulut Ius, kemudian berlari dan menabrak tong sampah yang ternyata ada didepannya. “Haha…haha….haaaa” ketawa semua orang sambil menunjuk batang hidung Ius. Muka merah Ius mengisyaratkan rasa malunya terhadap kejadian tersebut, lalu ia berlari ke toilet dengan maksud membersihkan pakaiannya, tapi malah terdengar suara teriakan cewek dari dalam toilet yang dimasuki Ius, kawan-kawan Ius semakin tertawa kencang melihat kecerobohan Ius tersebut.
3 hari kemudian setelah acara MOS selesai, Ius dan kawan-kawannya mulai belajar layaknya seperti masa es em pe-nya dulu, Ius terlihat ngantuk dengan matapelajaran yang dibenci Ius sejak dari SMP, Matemetika. Ius kemudian permisi keluar kelas dengan alasan ke toilet.
Tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada seorang gadis yang lagi duduk sambil membaca sebuah novel di kantin, lalu Ius menyambar gadis itu “ hai, boleh gak aku duduk disini” permisinya kepada gadis itu, “ kenapa enggak..??” jawab gadis imut tersebut. “ ehmm, aku Ius “ kata Ius sambil memanjangkan tangannya, “ ohhh, jadi kamu yang kemarin ngintip aku di kamar mandi yaa???” kata gadis itu sambil melototi mata Ius “ tapi kan itu gak sengaja, kemarin aku buru-buru banget makanya gak tau kalo tu toilet cewek, jadi aku minta maaf banget ya??” maaf Ius kepada gadis tu, “ ya uda kalo gitu, kamu harus traktir aku makanan ini sebagai imbalannya..” balasnya, “ Oke, tapi kamu belum bilang nama kamu sapa..?” kata Ius, “ panggil aja aku Ayu” jawab Ayu. Setelah lama terdiam, Ius baru sadar kalo dia udah bolos dari kelas, “ eh, kamu kenapa gak masuk..?” tanya Ius , “ lho, kita kan satu kelas, emang kamu gak liat aku tadi permisi ma bapak tu, ya alasanku ke toilet sih, tapi aku malas masuk soalnya dari smp aku gak pernah suka yang namanya Matematika..” ulasnya, “ sama donk, aku juga bete di dalam” ujar Ius. Ius dan Ayu akhirnya keasyikan ngobrol sampe-sampe mereka gak tau kalo guru Matematika mereka sedang menuju ke arah mereka. Sambil mencubit telinga kedua siswa itu, pak guru tersebut mengiring mereka kedalam kelas.
Setelah bell pulang berdering, semua siswa terbangun dari khayalan mereka, Ius dan Ayu saling memandang seakan mau mengatakan sesuatu. Akhirnya Ius ngajak Ayu pulang bareng,” kita pulangnya sama aja ya..” ajakan Ius, “ maaf yus, aku di jemput pacar aku” balas Ayu, “ ooh, kalo gitu aku duluan yah, kapan-kapan kita maen kerumah kamu boleh gak..?” belum lagi pertanyaan tu di jawab, terdengar suara klekson motor memanggil Ayu, “ yus, aku duluan ya..?” balas Ayu sambil berlari ke motor pacarnya.
Waktu pun gak terasa, Ius dan Ayu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, terlihat Ayu melamun dan memikirkan sesuatu, lalu Ius mendekati gadis manja itu “ kamu kenapa manis..?” rayu Ius, “ yus, aku mau cerita ma kamu tapi ni rahasia kita berdua ya” syaratnya, “ Ok, sekarang kamu bilang aja kamu ada masalah apa?” setuju Ius, “ yus, aku baru aja minta putus ma pacarku karena dia gak pernah ngertiin aku bahkan menjelang ujian ini pun dia masih pengen ngajak aku nonton, jadi tadi aku minta putus ma dia dan memang sekarang ni aku lagi suka sama seorang cowok” curhat Ayu.
“kalo menurut aku sih, kamu gak salah ngambil keputusan seperti itu, tapi aku gak suka kalo kamu bilang lagi suka sama cowok lain, sementara kamu baru aja minta putus..” jawab Ius sambil menatapi paras Ayu yang imut itu.
Lalu Ayu menyandarkan kepalanya ke bahu Ius sambil berkata “ tapi aku udah lama suka dan sayang sama cowok itu Yus ..”, “ aku juga pernah ngerasain hal yang sama seperti kamu, tapi aku ngerasa aku gak harus miliki dia, karna didunia ini gak semua hal yang bisa dimiiliki..” ulas Ius. Belum sempat Ayu ngomong sesuatu, Ius langsung menyahut “ lebih baik sekarang kita belajar aja ya, kamu mau kita gak naik kelas seperti si Hardy”, “ ya gak lah, tapi kamu gendong aku ke dalam ya” manja Ayu.
Akhirnya, ujian pun selesai, Ius, Ayu, dan kawan-kawan mereka yang lain merencanakan jalan-jalan sebagai refreshing setelah ujian selesai. Pilihannya adalah ke pantai atau ke puncak, dan keputusannya adalah ke puncak. Ayu dan Ius pun ikut dalam acara tersebut, mereka merencanakan berada disana selama 3 hari 3 malam. Sesampainya di villa yang mereka sewa itu, mereka langsung istirahat sejenak sementara Ayu dan Ius masih asyik-asyiknya bercanda. Pada malam itu, mereka berkumpul di taman villa sambil menghidupkan api unggun. Entah kenapa, tiba-tiba saja Ayu demam, sementara Ius lagi sibuk memanggang daging bareng teman- temannya, lalu Ayu pergi ke kamar dengan maksud istirahat tapi kepala Ayu sudah keburu pusing, akhirnya dia pingsan tanpa ada yang tau. Tak lama kemudian, Hardy datang dan ngeliat Ayu dalam keadaan pingsan dia langsung manggil Ius “ yus, yus,, Ayu kenapa tu kayaknya dia pingsan”, Ius pun berlari sekencang mungkin, lalu mengangkat Ayu ke kamar. Setelah Ayu sadar, Ius masih tetap disampingnya. “ Yus, aku kenapa???” tanyanya, “ kamu tadi pingsan” jawab Ius sambil mengelus-elus dahi Ayu. “ sebenarnya kamu kenapa…?” sambung Ius, “ aku juga gak tau, tiba-tiba aja tadi badanku panas dan kepalaku pusing banget” jelas Ayu. “ya udah kamu istirahat aja dulu en minum obat ni tadi uda dibelikan Hardy buat kamu” bujuk Ius sambil memegang dahi Ayu untuk mengukur panasnya Ayu yang tak kunjung turun. Di tempat tidur ukuran untuk dua orang itu, Ayu masih menggigil, lalu Ius dengan kebingungannya naik ke tempat tidur tersebut dan dia pun memeluk erat Ayu maksudnya agar Ayu gak menggigil lagi. Ayu yang masih sadar juga gak merasa berlebihan dengan tindakan Ius, karena Ayu ngerasa semakin nyaman di peluk sama cowok yang selama ini menjaganya. Sementara itu tiba-tiba Hardy datang untuk melihat keadaan Ayu, tapi sebelum dia masuk, terlebih dahulu dia ngintip dari lobang kunci pintu kamar itu, melihat apa yang dilakukan Ius terhadap Ayu, Hardy langsung pergi dan gak khawatir bahwa sepupunya itu (Ayu) gak akan kenapa-napa bersama sahabatnya, Ius.
Malam semakin larut, panas Ayu mulai turun dan Ius ingin melepas pelukannya dari Ayu, tapi Ayu gak mau lepaskan dekapannya dari Ius. Akhirnya, Ayu dan Ius tidur dalam satu ranjang hingga mentari datang, mereka baru melepaskan pelukannya.
Di hari kedua dalam rekreasi mereka, Ayu dan Ius gak ikutan jalan-jalan bareng teman-temannya. Ius lebih memilih menjaga Ayu yang baru sembuh daripada jalan-jalan.
Sepulang dari jalan-jalannya, untuk yang pertama kalinya Ius mengantar Ayu langsung ke rumahnya. Lalu, sejenak Ius terdiam dan ngerasa saling kenal dengan ibunya Ayu. ” kamu kenapa yus?” tanya Ayu, heran. “ gak ada apa-apa,” jawab Ius lama. Setelah Ius mengantar Ayu ke kamarnya, Ius langsung menemui ibunya Ayu. “ bu, aku Ius temannya Ayu, aku mau tanya sesuatu bisa gak bu’ ?” tanya Ius, “ ada apa nak, kayaknya penting banget..?” tanya ibu itu sambil mencoba mengenali paras Ius. “ bu’ kayaknya aku pernah ketemu sama ibu’ waktu aku belanja di pasar kira-kira setahun yang lalu” kenang Ius, sambil tersenyum ibu Ayu menjawab “ masa kamu masih ingat, coba kamu ingat-ingat dulu soalnya jarang ada orang ingat wajah orang lain kalo hanya ketemu sekali, itu pun setahun yang lalu “. Sambil Ius menjawab, Ayu datang dari belakang tanpa sepengetahuan mereka “ waktu itu aku lagi beli perlengkapan untuk MOS bu’, terus aku lihat ibu lagi menangis dan memikirkan sesuatu sambil mengkoyak-koyak sejumlah lembaran kertas, lalu aku turut sedih bu’ karena airmata ibu tu ngingatin aku sama airmata ibu sewaktu almarhum papa meninggal. Itu yang buat aku terus ingat sama wajah ibu”. Lalu, ibu Ayu mengingat kejadian itu sementara Ayu mengambil posisi yang gak bisa terlihat oleh mereka berdua. Dalam keheningan itu, ibu Ayu menghela nafas panjang seraya berkata “ kamu adalah sahabat karib Ayu, dia sering cerita tentang kamu. Mungkin kamulah orang yang tepat untuk mengetahui rahasia yang bahkan Ayu pun tidak tahu”, “ maksud Ibu’” heran Ius. Kemudian ibu Ayu duduk di kursi teras itu dan menceritakan yang sesungguhnya “ setahun lalu sebelum Ayu masuk SMA, dia kecelakaan. Dia mengeluarkan darah yang banyak dari hidung dan mulutnya kemudian ibu dan papanya Ayu membawa dia ke sebuah Rumah Sakit terdekat. Kata dokter, dia butuh donor darah, sementara golongan darah ibu tidak sama dengan Ayu” lalu Ius langsung memotong perbincangan “ bagaimana dengan darah papa, bu’?” kemudian ibu Ayu menyambung ceritanya “pada saat itu, papanya Ayu menderita gejala TBC jadi kami takut dia juga terjangkit nantinya, jadi kami minta tolong sama seorang cowok anak temannya papa Ayu. Dia bersedia mendonorkan darahnya dan Ayu pun terselamatkan dari kritis. Tapi…”. “ tapi apa bu’??” tanya Ius penasaran. Sambil menangis ibu Ayu melanjutkan ceritanya “ setelah beberapa hari, cowok yang menyelamatkan putriku ternyata positf terjangkit HIV, setelah test di kampus mereka dilakukan”.
Langit serasa mengutuk bumi, Ius mengeluarkan airmatanya dengan derasnya sementara Ayu keluar dari persembunyiannya dan langsung memeluk ibunya sambil menangis pilu.
Ibu Ayu kemudian melanjutkan sepenggal lagi ceritanya “ kertas yang ibu koyak di pasar itu adalah kertas hasil test tersebut. Ibu ingin semua ini hanya mimpi tapi itu gak mungkin”
Waktu terus berputar, Ayu sama sekali gak mau diganggu oleh siapapun,terutama Ius. Tapi Ius terus memaksa, akhirnya pada suatu kesempatan saat Ayu keluar dari kelas, Ius langsung menyambar Ayu dan menarik tangannya sekuat mungkin sampe-sampe Ayu teriak kesakitan tapi Ius gak peduli, dia terus menarik Ayu sampe ke taman sekolah. Kemudian Ius mengatakan sesuatu dengan matanya yang sedang berbening-bening, “ Ayu, kamu adalah satu-satunya orang yang paling mengerti aku dan kamulah satu-satunya orang yang aku sayang. Sekarang, aku pengen kamu jadi pacarku, calon istriku”. Ayu sangat sedih dan mengeluarkan airmata membasahi pipinya yang manis itu, “ seandainya kamu mengatakan ini kepadaku sejak dulu dan seandainya sekarang aku gak seperti ini aku akan sangat sempurna yus, tapi sekarang semua udah sis-sia, akan lebih baik bila kata-kata itu kamu ucapkan kepada orang lain” jawab Ayu. Sambil memeluk Ayu, Ius menjanjikan sesuatu “ aku gak mau tau, kita sekarang sama-sama sayang dan saling mencintai, aku akan selalu bersamamu walau maut datang, sekarang kamu mau kan jadi pacarku?” masih berada dalam pelukan Ius, Ayu mengatakan setuju “ Aku sayang kamu yus, aku akan jadi pacar yang baik sebelum semua berakhir” ikrar Ayu.
Sepulang dari sekolah, Ius menyuruh Hardy menjemput Ayu dan Ius ingin membuktikan sesuatu kepada Ayu. Ketika Ayu datang, Ius menyuruh Hardy kemudian pulang.
“ malam ini hanya kita berdua disini, aku ingin kamu mau melakukan sesuatu untukku sebagai pertanda kita saling mencintai” minta Ius kepada Ayu, lalu Ayu terheran tapi tetap setuju dengan cowok yang paling dicintainya itu,” aku akan selalu setuju apapun yang kamu bilang”senyumnya.
Perlahan-lahan Ius mendekati Ayu dan tiba-tiba Ius mencium bibir Ayu yang sexy itu, kemudian Ayu gak bisa berbuat banyak. Satu per satu pakaian Ayu dilepas oleh Ius. Ayu hanya bisa diam, kemudian Ius dan Ayu melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami-istri.
Lalu setelah semua berakhir, Ius memeluk Ayu “ sayangku, sekarang kita berdua sudah positif terjangkit virus HIV, saat kamu pergi, aku akan datang menemuimu karena aku mencintaimu” ucap Ius sambil meneteskan airmatanya. Tangisan itu akhirnya disambung oleh Ayu.
Persis setelah Ujian Akhir selesai, penyakit itu datang menjemput Ayu, dia pergi dalam pelukan Ius. 6 bulan kemudian, Ius memenuhi janjinya kepada Ayu, Ia pun datang menyusul kekasihnya,Ayu. Cinta mereka kekal di dunia dan di surga…
Selesai
Karya
(Jeffrey A Sembiring)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar