Rabu, 02 Juni 2010
Jef's Love
Lembaran kertas yang dijatuhi airmata Ika itu ternyata berisi tentang ungkapan kesedihan Jef yang harus meninggalkannya untuk sementara atau selamanya
. ‘jika memang aku bukan yang terbaik untukmu, jangan pernah tinggalkan kenangan kita, karena ini akan menjadi cerita kenangan untuk anak cucu kita’. itulah yang selalu diratapi Ika kekasihnya.
Sepanjang malam itu Ika tertidur dengan memeluk fotonya bersama Jef sambil berharap dapat memimpikan kekasihnya itu.
Pada bulan April tiga bulan yang lalu, Ika bertemu dengan seorang cowok dalam keadaan sekarat karena mobil yang dibawanya menabrak sebuah pohon. Ika dengan kepolosannya menolong cowok ini, Ika membawa cowok ini ke sebuah Rumah Sakit.
‘ Dok, bagaimana keadaannya?’ seru Ika, ‘mungkin sampai dua hari ini dia tidak akan sadar, karena benturan itu membuat dia mengeluarkan darah yang banyak, boleh tau Anda ini keluarganya?’ balas dokter tersebut. ‘ ehhmm, aku istrinya dok. Ia aku istrinya’
‘ kalau begitu ikut anda harus membereskan administrasinya paling lambat besok’ kata dokter itu sambil pamit. Ika bingung mau kasih tau sama siapa keadaan Jef sekarang. Tapi akhirnya dia bertekad menanggungjawabi cowok itu. Ika tak ingin kejadian yang dulu menimpa saudaranya terulang lagi pada cowok itu. Dulu, Ika harus kehilangan saudara perempuannya karena kecelakaan dan tidak ada yang mau menolong pada saat itu.
Ketika Ika masuk kedalam kamar inap cowok itu, ia menemukan dompet. Ika berharap akan menemukan salah seorang keluarga cowok tersebut didalam dompet tersebut lalu Ika membukanya. Didalam dompet itu hanya ada foto cowok itu sendiri disertai namanya, yaitu Jefry Antonius S. Dua hari kemudian, Jef terbangun dalam keadaan bingung, Jef bertanya ‘ kamu siapa? Aku ada dimana?’. ‘Aku Ikanita, panggil aja Ika. Kemarin kamu abis nabrak pohon dan kamu dalam keadaan pingsan, jadi aku bawain aja kesini’ balas Ika. ‘aduh, makasih banget ya, aku berhutang nyawa sama kamu. Tapi, aku koq gak ingat apapa?? Siapa aku sebenarnya??’ jawabnya sambil ketakutan. ‘kata dokter kamu masih butuh istirahat, mungkin tiga ato empat hari lagi kamu udah bisa pulang’ jawab Ika sambil mengalihkan pembicaraan.
Kemudian Ika keluar dan menceritakan hal itu kepada dokter. ‘ dia butuh perawatan ektra karena dia sekarang sedang lupa ingatan. Tapi,gak usah cemas karena ingatannya pasti pulih kembali kalau dia ingat sesuatu yang sama seperti yang ia sedang lakukan’ jelas dokter itu. Ika bingung bagaimana caranya ia bisa membantu Jef. Tapi, ia yakin dia pasti bisa kalau dia berusaha.
Setelah Jef disarankan pulang oleh dokter, Jef tak tau mau pulang kemana karena dia tidak ingat apa-apa. Ika kemudian membawa Jef ke rumahnya, dimana hanya ada dia dan pembantunya. ‘ Jef kamu tinggal disini aja ya bareng ma aku, kamu kan masih butuh perawatan sementara kamu tak ingat apa-apa’ saran Ika. ‘Ika, aku sangat berhutang budi ma kamu, aku tak tau harus membalas dengan apa ini semua’ balasnya. ‘gak papa kok, kebetulan mama dan papa lagi di luar kota, jadi aku gak kesepian kalo ada kamu disini’ jawab Ika.
Seiring waktu berjalan, Ika senantiasa menemani hari-hari Jef. Tak kunjung bosan Ika merawat dan menjaga cowok tampan itu.
Suatu hari ketika Ika pergi ke kampus, Jef tak tau harus ngapain. Kemudian Jef coba masak makanan kesukaan Ika.
Ketika Ika pulang dari kampus, Ika dikejutkan oleh aroma makanan nya itu.
‘ini masakan siapa?? Tau aja aku lagi lapar’ kata Ika. ‘ eh, kamu udah pulang Ka, tadi aku gak ada kerjaan jadi aku masakin itu buat kamu. Yaudah kita makan yuk..’ ajak Jef.
Mereka menyantap makanan itu tanpa ada basa basi lagi, ketika mereka lahap, Ika tanpa sengaja menumpahkan minumannya karena keasyikan melototi Jef menyantap makan malam itu. Jef kemudian spontan berhenti makan dan mengusapi pakaian Ika dengan tisu. Tak terelakkan lagi, kedua mata mereka bertatapan secara refleks. Tiba-tiba suasana terdiam karena kejadian itu. ‘maaf Ka, aku udah lancang’ ucap Jef sambil mengatur jarak mereka yang sempat rapat, ‘em,, gak apapa koq Jef’ jawab Ika sambil senyum.
Setelah makan malam, mereka jalan-jalan cari udara segar. Ketika ingin pulang kerumah, tiba-tiba Ika menggandeng tangan Jef . Jef sempat terkejut, namun Ika bilang kalau dia takut diganggu preman disitu. Lalu Jef meyakinkan kalau dia kan senantiasa menjaga Ika.
Malam yang begitu dingin mengharuskan Ika tertidur disebuah sofa yang tadinya tempat dia menonton acara televisi. Jef kemudian mengangkat Ika ke kamarnya lalu bergegas keluar dari situ. Tampaknya Ika belum terlalu tertidur, karna begitu Jef keluar Ika masih terbangun sambil menebarkan senyumnya mengingat kejadian tersebut. Jef seakan-akan telah membuat Ika kasmaran karna setiap hari Ika tak ingin jauh dari Jef.
Begitu Jef membaringkan badannya di kasur yang empuk tersebut, untuk pertama kalinya dia tersenyum sendiri sambil membayangkan paras Ika yang imut itu. ‘aku gak boleh jatuh cinta ma Ika, aku kan bukan siapa-siapa dia. Aku hanya orang yang perlu dikasihaninya jadi kecil kemungkinanya dia suka sama aku’ kata Jef dalam hatinya.
Kebersamaan mereka melewatkan hari-harinya, membuat kedua insan itu tak ingin dipisahkan. Seakan-akan di dunia ini tak ada manusia lain yang bisa memisahkan mereka. Namun diantara mereka tak ada yang berani mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, terlebih lagi Jef. Sampai pada akhirnya kepala Jef kambuh, dia mengerang-erang kesakitan layaknya orang kesurupan. Kepanikan Ika bagaikan kehilangan harta yang paling berharga. ‘ Jef,, kamu kenaaapa??’imbuh Ika sambil gemetaran. ‘tolong aku Ka, aku….aku gak tahan lagi, kepalaku udah mau pecah. Sakit banget….’ Balas Jef sambil teriak. Kemudian Ika memeluk erat Jef sambil menangis ‘kamu gak boleh sakit lagi Jef, aku gak mau kehilangan kamu. Aku sayang sama kamu Jef, aku cinta sama kamu. Jangan tinggalin aku……..’ kata Ika spontan sambil menangis.
Jef yang masih terlentang tiba-tiba tertidur sambil menggenggam tangan Ika. Dalam mimpi Jef, Jef bertemu dengan seorang anak kecil yang memanggil dia ayah. ‘ayah..ayah…jangan tinggalkan aku ayah..’ sorak anak tak dikenal itu kepada Jef. Selang beberapa menit Jef terbangun dan melihat Ika tetap disampingnya tertidur mungkin karena kelelahan.
Jef baru sadar kalau Ika juga menyimpan perasaan yang sama dengannya. Jef tersenyum mengingat ketakutan Ika tadi. Lalu Jef membelai rambut indah Ika hingga Ika pun terbangun. ‘ Ka, aku selalu saja merepotkan kamu. Kenapa kamu selalu saja bisa membantu aku..’ kata Jef, ‘Jef, tanpa aku sadari, aku udah terlanjur sayang sama kamu. Walaupun mungkin kamu sudah memiliki kekasih di masa lalumu.’ balas Ika. ‘aku tidak tau apapa Ika. Walaupun aku harus memilih, aku sudah terlanjur cinta sama kamu dan aku gak ingin ingatanku tentang masa laluku teringat olehku’ jawab Jef sambil meyakinkan Ika.
Kedua insan itu memulai lembaran baru sebagai sepasang kekasih. Keduanya bagai air dan beras yang tak dapat dipisahkan.
3 bulan sudah kebersamaan mereka, tak ada khilaf yang mengusik, keduanya terlihat semakin romantis. Hingga akhirnya mbok Iyem (pembantu Ika) heran melihat tingkah keduanya. Mbok Iyem takut keduanya melakukan hal yang tidak diinginkan karena Jef dan Ika tinggal serumah bahkan kadang mereka tidur sekamar. Mbok Iyem akhirnya menceritakan hal tersebut kepada mama dan papa Ika melalui telefon. Orang tua Ika terkejut mendengar cerita itu dan mengatakan akan pulang dalam waktu dua minggu lagi karna masih banyak kerja ditempat ortu Ika bekerja.
Pada hari yang sama, Jef baru pulang dari jalan-jalan bersama kekasihnya itu dan langsung mandi. Seusai mandi, Jef langsung ke kamar Ika dengan maksud mengajak Ika makan malam. Tetapi pacarnya tersebut sedang mandi dan di kamar Ika tidak ada siapa-siapa. Ketika Jef keluar, dia terjatuh dan kepalanya terbentur ke anak tangga kamar Ika. Darah kemudian mengalir deras dari kepalanya hingga dia pingsan. Begitu keluar dari kamar mandi, Ika berteriak histeris ‘Jeeeeeeeeefffffff……..’ teriaknya membuat Mbok Iyem tersontak berlari seperti mengejar maling. Tanpa tunggu waktu lagi, Jef dibaringkan dirumah sakit. Hampir satu minggu Jef tak juga sadar.
‘ non, biar saya aja yang jaga mas Jef disini. Non pulang aja dulu dan istirahat’ kata mbok Iyem. ‘iya bi’ balas Ika sambil memasang paras sedihnya.
Dua jam setelah Ika pulang, Jef sadar sementara mbok Iyem sedang ke bagian administrasi berhubung karena dipanggil perawat. Begitu Jef terbangun, ia sadar dan pulih dari ingatannya. Ia teringat semua kejadian yang menimpanya.
‘ya ampun, ternyata aku masih punya keluarga. Kenapa ini terjadi padaku. Tidak mungkin aku menceritakan ini pada Ika. Kalau Ika tau aku masih punya anak dan istri mungkin dia takkan bisa menerima ini semua’ sesal Jef sambil memegangi kepalanya yang di balut perban itu.
Belum sempat Ika sampai di ruangan Jef, Ika melihat Jef berlari sambil mencabut impus di tangannya. ‘ Jef… kamu mau kemana??, Jef, Jef…’ teriak Ika. Jef terus berlari menuju arah pasar hitam. Ika mengejarnya dari belakang tapi Jef terlanjur menaiki sebuah taksi yang kebetulan berhenti di depannya dan melaju kencang hingga Ika tak sanggup lagi mengejar. Ika hanya mampu terdiam menatapi kepergian Jef. Sesampai Ika di rumah ia mendapati mama dan papanya sudah menantinya.
‘lho koq mama dan papa gak kabari aku kalau kalian mau datang??’ imbuh Ika. ‘kalo kami kasih tau, kamu pasti menyembunyikan cowok jalanan yang kamu pungut itu. Iya ‘kan?’ marah papanya Ika. Lalu dengan keadaan tenang Ika menceritakan semuanya kepada ortunya itu. Kedua orang tuanya yang tadinya memasang muka marah tiba-tiba menjadi bangga kepada putri semata wayangnya itu. ‘tapi kenapa Jef itu pergi begitu saja??’ heran papa Ika, ‘ aku juga gak tau pa, padahal aku dan dia sudah merencanakan semuanya untuk masa depan kami berdua, termasuk pernikahan kami pa’ balas Ika sambil menangis.
Kemudian mbok Iyem datang sambil membawa selembar surat. ‘non, mas Jef udah pergi sewaktu saya membayar biaya administrasiya tadi non. Lalu saya temukan ini di tempat tidurnya’ucap Mbok Iyem sambil menyodorkan selembar kertas yang dipegangnya. Lalu Ika membaca surat itu yang isinya ;‘jika memang aku bukan yang terbaik untukmu, jangan pernah tinggalkan kenangan kita, karena ini akan menjadi cerita kenangan untuk anak cucu kita’.
Jef akhirnya sampai ketempat tujuannya itu. Dia melihat rumah tempat keluarganya dulu berkumpul, kini terlihat sepi. Kemudian dia masuk ke rumah itu dan mendapati anak perempuannya sedang duduk seperti menanti dirinya datang. Sambil menangis dia memeluk Nadine (anak Jef) dari belakang sambil menangis. ‘ayah..ayah..’ kata Nadine sambil menciumi wajah ayahnya itu. Mendengar suara Nadine itu seorang wanita tua keluar dari dapur dan langsung menyambar Jef. ‘anakku, aku sudah yakin kamu tidak mungkin meninggalkan kami. Kemana saja kamu selama ini anakku??’ tanya wanita tua itu yang ternyata Ibu Jef. ‘ceritanya panjang Bu, lain waktu aku ceritakan ya. Oia Bu, Rani (istri Jef) kemana? Koq dari tadi gak keliatan, apa dia gak kangen ma aku atau dia marah karna aku lama pulang?’ tanya Jef karena penasaran melihat paras Istrinya. Sambil menangis Ibu Jef menceritakan kejadian yang menimpa mereka setelah Jef meninggalkannya. ‘ setelah kami tau kamu kecelakaan, aku dan Rani langsung ke tempat kejadian dan kami tidak menemukan kamu disana, lalu Rani tak juga berhenti menangis sesampainya dirumah. Rani mencarimu entah kemana. Dua bulan dia tidak pulang ke rumah, sepulangnya dia ke rumah dia tak bisa bicara apa-apa. Dia hanya terdiam dan terdiam. Dia sudah memisahkan dirinya dari kita semua, dia pergi begitu saja tanpa ada pesan kepada kita nak’ kenang Ibu itu sambil menangis, lalu Jef memotong pmbicaraan Ibunya itu ‘ maksud Ibu, dia sudah….’. lanjut ibu itu lagi ‘ iya anakku. Dia pergi karena seorang pencuri tanpa sengaja menusuk perutnya dengan senjata tajam ketika Rani sedang berdiri di depan sebuah toko’ jelas Ibu itu.
Jef tak tau harus berbuat apa lagi, dia merasa sangat bersalah kepada Rani dan Ika. Sekarang dia hanya bisa terdiam menerima keadaan.
Satu minggu berselang waktu, Jef melihat di sebuah acara televisi seorang wanita yang di kabarkan hilang, wanita itu adalah Ika. Jef langsung spontan dengan serius mengamati wanita itu dan memang benar, orang hilang itu adalah Ika, orang yang dicintainya.
‘aku tidak boleh terus seperti ini, aku harus menemukan Ika dan tidak boleh kehilangan wanita yang kucintai untuk yang kedua kalinya’ isi hati Jef bicara. Lalu Jef pamit kepada Ibunya itu dan menceritakan semua yang pernah terjadi padanya setelah kecelakaan itu. Dengan izin Ibunya itu Jef pergi mencari Ika. Pertama, Jef pergi ke rumah Ika dan menjelaskan semuanya kepada mama dan papa Ika. Kemudian, lewat radio Jef mengabarkan bahwa ia mencari Ika dan menyuruh Ika pulang. Ika sebenarnya tidak jauh dari rumah, dia hanya menginap ditempat temannya karna merasa kesepian setelah ditinggalkan Jef, tetapi Ika memang merahasiakan ini kepada orang tuanya. Setelah Ika mendengar kabar dari radio itu, Ika langsung pulang tanpa pamit. Sesampainya di rumah, Ika langsung memeluk erat Jef tanpa malu di depan kedua orang tuanya. Jef kemudian menceritakan semua tentang dia dan keluarganya, Ika tak peduli apa pun latar belakang Jef, Ika tetap ingin menikah dengan Jef. Mama dan papa Ika tak mau membuat Ika menangis setiap hari sehingga kedua orangtuanya itu menyetujui permintaan putri tunggalnya itu.
Selesai
karya :
(Jefry Antonius S)
. ‘jika memang aku bukan yang terbaik untukmu, jangan pernah tinggalkan kenangan kita, karena ini akan menjadi cerita kenangan untuk anak cucu kita’. itulah yang selalu diratapi Ika kekasihnya.
Sepanjang malam itu Ika tertidur dengan memeluk fotonya bersama Jef sambil berharap dapat memimpikan kekasihnya itu.
Pada bulan April tiga bulan yang lalu, Ika bertemu dengan seorang cowok dalam keadaan sekarat karena mobil yang dibawanya menabrak sebuah pohon. Ika dengan kepolosannya menolong cowok ini, Ika membawa cowok ini ke sebuah Rumah Sakit.
‘ Dok, bagaimana keadaannya?’ seru Ika, ‘mungkin sampai dua hari ini dia tidak akan sadar, karena benturan itu membuat dia mengeluarkan darah yang banyak, boleh tau Anda ini keluarganya?’ balas dokter tersebut. ‘ ehhmm, aku istrinya dok. Ia aku istrinya’
‘ kalau begitu ikut anda harus membereskan administrasinya paling lambat besok’ kata dokter itu sambil pamit. Ika bingung mau kasih tau sama siapa keadaan Jef sekarang. Tapi akhirnya dia bertekad menanggungjawabi cowok itu. Ika tak ingin kejadian yang dulu menimpa saudaranya terulang lagi pada cowok itu. Dulu, Ika harus kehilangan saudara perempuannya karena kecelakaan dan tidak ada yang mau menolong pada saat itu.
Ketika Ika masuk kedalam kamar inap cowok itu, ia menemukan dompet. Ika berharap akan menemukan salah seorang keluarga cowok tersebut didalam dompet tersebut lalu Ika membukanya. Didalam dompet itu hanya ada foto cowok itu sendiri disertai namanya, yaitu Jefry Antonius S. Dua hari kemudian, Jef terbangun dalam keadaan bingung, Jef bertanya ‘ kamu siapa? Aku ada dimana?’. ‘Aku Ikanita, panggil aja Ika. Kemarin kamu abis nabrak pohon dan kamu dalam keadaan pingsan, jadi aku bawain aja kesini’ balas Ika. ‘aduh, makasih banget ya, aku berhutang nyawa sama kamu. Tapi, aku koq gak ingat apapa?? Siapa aku sebenarnya??’ jawabnya sambil ketakutan. ‘kata dokter kamu masih butuh istirahat, mungkin tiga ato empat hari lagi kamu udah bisa pulang’ jawab Ika sambil mengalihkan pembicaraan.
Kemudian Ika keluar dan menceritakan hal itu kepada dokter. ‘ dia butuh perawatan ektra karena dia sekarang sedang lupa ingatan. Tapi,gak usah cemas karena ingatannya pasti pulih kembali kalau dia ingat sesuatu yang sama seperti yang ia sedang lakukan’ jelas dokter itu. Ika bingung bagaimana caranya ia bisa membantu Jef. Tapi, ia yakin dia pasti bisa kalau dia berusaha.
Setelah Jef disarankan pulang oleh dokter, Jef tak tau mau pulang kemana karena dia tidak ingat apa-apa. Ika kemudian membawa Jef ke rumahnya, dimana hanya ada dia dan pembantunya. ‘ Jef kamu tinggal disini aja ya bareng ma aku, kamu kan masih butuh perawatan sementara kamu tak ingat apa-apa’ saran Ika. ‘Ika, aku sangat berhutang budi ma kamu, aku tak tau harus membalas dengan apa ini semua’ balasnya. ‘gak papa kok, kebetulan mama dan papa lagi di luar kota, jadi aku gak kesepian kalo ada kamu disini’ jawab Ika.
Seiring waktu berjalan, Ika senantiasa menemani hari-hari Jef. Tak kunjung bosan Ika merawat dan menjaga cowok tampan itu.
Suatu hari ketika Ika pergi ke kampus, Jef tak tau harus ngapain. Kemudian Jef coba masak makanan kesukaan Ika.
Ketika Ika pulang dari kampus, Ika dikejutkan oleh aroma makanan nya itu.
‘ini masakan siapa?? Tau aja aku lagi lapar’ kata Ika. ‘ eh, kamu udah pulang Ka, tadi aku gak ada kerjaan jadi aku masakin itu buat kamu. Yaudah kita makan yuk..’ ajak Jef.
Mereka menyantap makanan itu tanpa ada basa basi lagi, ketika mereka lahap, Ika tanpa sengaja menumpahkan minumannya karena keasyikan melototi Jef menyantap makan malam itu. Jef kemudian spontan berhenti makan dan mengusapi pakaian Ika dengan tisu. Tak terelakkan lagi, kedua mata mereka bertatapan secara refleks. Tiba-tiba suasana terdiam karena kejadian itu. ‘maaf Ka, aku udah lancang’ ucap Jef sambil mengatur jarak mereka yang sempat rapat, ‘em,, gak apapa koq Jef’ jawab Ika sambil senyum.
Setelah makan malam, mereka jalan-jalan cari udara segar. Ketika ingin pulang kerumah, tiba-tiba Ika menggandeng tangan Jef . Jef sempat terkejut, namun Ika bilang kalau dia takut diganggu preman disitu. Lalu Jef meyakinkan kalau dia kan senantiasa menjaga Ika.
Malam yang begitu dingin mengharuskan Ika tertidur disebuah sofa yang tadinya tempat dia menonton acara televisi. Jef kemudian mengangkat Ika ke kamarnya lalu bergegas keluar dari situ. Tampaknya Ika belum terlalu tertidur, karna begitu Jef keluar Ika masih terbangun sambil menebarkan senyumnya mengingat kejadian tersebut. Jef seakan-akan telah membuat Ika kasmaran karna setiap hari Ika tak ingin jauh dari Jef.
Begitu Jef membaringkan badannya di kasur yang empuk tersebut, untuk pertama kalinya dia tersenyum sendiri sambil membayangkan paras Ika yang imut itu. ‘aku gak boleh jatuh cinta ma Ika, aku kan bukan siapa-siapa dia. Aku hanya orang yang perlu dikasihaninya jadi kecil kemungkinanya dia suka sama aku’ kata Jef dalam hatinya.
Kebersamaan mereka melewatkan hari-harinya, membuat kedua insan itu tak ingin dipisahkan. Seakan-akan di dunia ini tak ada manusia lain yang bisa memisahkan mereka. Namun diantara mereka tak ada yang berani mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, terlebih lagi Jef. Sampai pada akhirnya kepala Jef kambuh, dia mengerang-erang kesakitan layaknya orang kesurupan. Kepanikan Ika bagaikan kehilangan harta yang paling berharga. ‘ Jef,, kamu kenaaapa??’imbuh Ika sambil gemetaran. ‘tolong aku Ka, aku….aku gak tahan lagi, kepalaku udah mau pecah. Sakit banget….’ Balas Jef sambil teriak. Kemudian Ika memeluk erat Jef sambil menangis ‘kamu gak boleh sakit lagi Jef, aku gak mau kehilangan kamu. Aku sayang sama kamu Jef, aku cinta sama kamu. Jangan tinggalin aku……..’ kata Ika spontan sambil menangis.
Jef yang masih terlentang tiba-tiba tertidur sambil menggenggam tangan Ika. Dalam mimpi Jef, Jef bertemu dengan seorang anak kecil yang memanggil dia ayah. ‘ayah..ayah…jangan tinggalkan aku ayah..’ sorak anak tak dikenal itu kepada Jef. Selang beberapa menit Jef terbangun dan melihat Ika tetap disampingnya tertidur mungkin karena kelelahan.
Jef baru sadar kalau Ika juga menyimpan perasaan yang sama dengannya. Jef tersenyum mengingat ketakutan Ika tadi. Lalu Jef membelai rambut indah Ika hingga Ika pun terbangun. ‘ Ka, aku selalu saja merepotkan kamu. Kenapa kamu selalu saja bisa membantu aku..’ kata Jef, ‘Jef, tanpa aku sadari, aku udah terlanjur sayang sama kamu. Walaupun mungkin kamu sudah memiliki kekasih di masa lalumu.’ balas Ika. ‘aku tidak tau apapa Ika. Walaupun aku harus memilih, aku sudah terlanjur cinta sama kamu dan aku gak ingin ingatanku tentang masa laluku teringat olehku’ jawab Jef sambil meyakinkan Ika.
Kedua insan itu memulai lembaran baru sebagai sepasang kekasih. Keduanya bagai air dan beras yang tak dapat dipisahkan.
3 bulan sudah kebersamaan mereka, tak ada khilaf yang mengusik, keduanya terlihat semakin romantis. Hingga akhirnya mbok Iyem (pembantu Ika) heran melihat tingkah keduanya. Mbok Iyem takut keduanya melakukan hal yang tidak diinginkan karena Jef dan Ika tinggal serumah bahkan kadang mereka tidur sekamar. Mbok Iyem akhirnya menceritakan hal tersebut kepada mama dan papa Ika melalui telefon. Orang tua Ika terkejut mendengar cerita itu dan mengatakan akan pulang dalam waktu dua minggu lagi karna masih banyak kerja ditempat ortu Ika bekerja.
Pada hari yang sama, Jef baru pulang dari jalan-jalan bersama kekasihnya itu dan langsung mandi. Seusai mandi, Jef langsung ke kamar Ika dengan maksud mengajak Ika makan malam. Tetapi pacarnya tersebut sedang mandi dan di kamar Ika tidak ada siapa-siapa. Ketika Jef keluar, dia terjatuh dan kepalanya terbentur ke anak tangga kamar Ika. Darah kemudian mengalir deras dari kepalanya hingga dia pingsan. Begitu keluar dari kamar mandi, Ika berteriak histeris ‘Jeeeeeeeeefffffff……..’ teriaknya membuat Mbok Iyem tersontak berlari seperti mengejar maling. Tanpa tunggu waktu lagi, Jef dibaringkan dirumah sakit. Hampir satu minggu Jef tak juga sadar.
‘ non, biar saya aja yang jaga mas Jef disini. Non pulang aja dulu dan istirahat’ kata mbok Iyem. ‘iya bi’ balas Ika sambil memasang paras sedihnya.
Dua jam setelah Ika pulang, Jef sadar sementara mbok Iyem sedang ke bagian administrasi berhubung karena dipanggil perawat. Begitu Jef terbangun, ia sadar dan pulih dari ingatannya. Ia teringat semua kejadian yang menimpanya.
‘ya ampun, ternyata aku masih punya keluarga. Kenapa ini terjadi padaku. Tidak mungkin aku menceritakan ini pada Ika. Kalau Ika tau aku masih punya anak dan istri mungkin dia takkan bisa menerima ini semua’ sesal Jef sambil memegangi kepalanya yang di balut perban itu.
Belum sempat Ika sampai di ruangan Jef, Ika melihat Jef berlari sambil mencabut impus di tangannya. ‘ Jef… kamu mau kemana??, Jef, Jef…’ teriak Ika. Jef terus berlari menuju arah pasar hitam. Ika mengejarnya dari belakang tapi Jef terlanjur menaiki sebuah taksi yang kebetulan berhenti di depannya dan melaju kencang hingga Ika tak sanggup lagi mengejar. Ika hanya mampu terdiam menatapi kepergian Jef. Sesampai Ika di rumah ia mendapati mama dan papanya sudah menantinya.
‘lho koq mama dan papa gak kabari aku kalau kalian mau datang??’ imbuh Ika. ‘kalo kami kasih tau, kamu pasti menyembunyikan cowok jalanan yang kamu pungut itu. Iya ‘kan?’ marah papanya Ika. Lalu dengan keadaan tenang Ika menceritakan semuanya kepada ortunya itu. Kedua orang tuanya yang tadinya memasang muka marah tiba-tiba menjadi bangga kepada putri semata wayangnya itu. ‘tapi kenapa Jef itu pergi begitu saja??’ heran papa Ika, ‘ aku juga gak tau pa, padahal aku dan dia sudah merencanakan semuanya untuk masa depan kami berdua, termasuk pernikahan kami pa’ balas Ika sambil menangis.
Kemudian mbok Iyem datang sambil membawa selembar surat. ‘non, mas Jef udah pergi sewaktu saya membayar biaya administrasiya tadi non. Lalu saya temukan ini di tempat tidurnya’ucap Mbok Iyem sambil menyodorkan selembar kertas yang dipegangnya. Lalu Ika membaca surat itu yang isinya ;‘jika memang aku bukan yang terbaik untukmu, jangan pernah tinggalkan kenangan kita, karena ini akan menjadi cerita kenangan untuk anak cucu kita’.
Jef akhirnya sampai ketempat tujuannya itu. Dia melihat rumah tempat keluarganya dulu berkumpul, kini terlihat sepi. Kemudian dia masuk ke rumah itu dan mendapati anak perempuannya sedang duduk seperti menanti dirinya datang. Sambil menangis dia memeluk Nadine (anak Jef) dari belakang sambil menangis. ‘ayah..ayah..’ kata Nadine sambil menciumi wajah ayahnya itu. Mendengar suara Nadine itu seorang wanita tua keluar dari dapur dan langsung menyambar Jef. ‘anakku, aku sudah yakin kamu tidak mungkin meninggalkan kami. Kemana saja kamu selama ini anakku??’ tanya wanita tua itu yang ternyata Ibu Jef. ‘ceritanya panjang Bu, lain waktu aku ceritakan ya. Oia Bu, Rani (istri Jef) kemana? Koq dari tadi gak keliatan, apa dia gak kangen ma aku atau dia marah karna aku lama pulang?’ tanya Jef karena penasaran melihat paras Istrinya. Sambil menangis Ibu Jef menceritakan kejadian yang menimpa mereka setelah Jef meninggalkannya. ‘ setelah kami tau kamu kecelakaan, aku dan Rani langsung ke tempat kejadian dan kami tidak menemukan kamu disana, lalu Rani tak juga berhenti menangis sesampainya dirumah. Rani mencarimu entah kemana. Dua bulan dia tidak pulang ke rumah, sepulangnya dia ke rumah dia tak bisa bicara apa-apa. Dia hanya terdiam dan terdiam. Dia sudah memisahkan dirinya dari kita semua, dia pergi begitu saja tanpa ada pesan kepada kita nak’ kenang Ibu itu sambil menangis, lalu Jef memotong pmbicaraan Ibunya itu ‘ maksud Ibu, dia sudah….’. lanjut ibu itu lagi ‘ iya anakku. Dia pergi karena seorang pencuri tanpa sengaja menusuk perutnya dengan senjata tajam ketika Rani sedang berdiri di depan sebuah toko’ jelas Ibu itu.
Jef tak tau harus berbuat apa lagi, dia merasa sangat bersalah kepada Rani dan Ika. Sekarang dia hanya bisa terdiam menerima keadaan.
Satu minggu berselang waktu, Jef melihat di sebuah acara televisi seorang wanita yang di kabarkan hilang, wanita itu adalah Ika. Jef langsung spontan dengan serius mengamati wanita itu dan memang benar, orang hilang itu adalah Ika, orang yang dicintainya.
‘aku tidak boleh terus seperti ini, aku harus menemukan Ika dan tidak boleh kehilangan wanita yang kucintai untuk yang kedua kalinya’ isi hati Jef bicara. Lalu Jef pamit kepada Ibunya itu dan menceritakan semua yang pernah terjadi padanya setelah kecelakaan itu. Dengan izin Ibunya itu Jef pergi mencari Ika. Pertama, Jef pergi ke rumah Ika dan menjelaskan semuanya kepada mama dan papa Ika. Kemudian, lewat radio Jef mengabarkan bahwa ia mencari Ika dan menyuruh Ika pulang. Ika sebenarnya tidak jauh dari rumah, dia hanya menginap ditempat temannya karna merasa kesepian setelah ditinggalkan Jef, tetapi Ika memang merahasiakan ini kepada orang tuanya. Setelah Ika mendengar kabar dari radio itu, Ika langsung pulang tanpa pamit. Sesampainya di rumah, Ika langsung memeluk erat Jef tanpa malu di depan kedua orang tuanya. Jef kemudian menceritakan semua tentang dia dan keluarganya, Ika tak peduli apa pun latar belakang Jef, Ika tetap ingin menikah dengan Jef. Mama dan papa Ika tak mau membuat Ika menangis setiap hari sehingga kedua orangtuanya itu menyetujui permintaan putri tunggalnya itu.
Selesai
karya :
(Jefry Antonius S)
demi sebuah rasa
DEMI SEBUAH RASA
Burrrrr… suara air setelah Ius melompat ke dalam kolam renang. Tiba-tiba seorang waanita berteriak “ Ius cepat donk mandinya udah kelamaan nunggunya” kemudian Ius membalas ” Ia ma, ne udah mau selesai”
Diatas roda empat yang baru dibeli itu mereka berbincang-bincang tentang sekolah Ius yang baru. Hari itu adalah hari pertama Ius masuk sekolah menengah atas (SMA), tapi sepertinya dia gak terlalu senang bila teringat masa SMP-nya yang dulu yang begitu indah namun harus diakhiri oleh kesedihan.
Begitu Ius masuk kedalam kelas, Ia melihat sebuah bangku kosong dan tanpa pikir panjang ia langsung duduk di bangku tersebut. Tak lama kemudian Ius kenalan dengan sseorang cowok yang bernama Hardy. “ hai aku Hardy” ucap hardy, “ Ius “ balasnya sambil menjabat tangan hardy yang ternyata tidak naik kelas tahun lalu.
Setelah semua siswa masuk ke kelas 1A tersebut, maka kakak senior mengumumkan jadwal MOS yang akan dilaksanakan besok. Sepulang dari sekolah, Ius ditemani mamanya membeli perlengkapan MOS besok, di pasar tradisional tempat mereka belanja itu, Ius melihat sseorang wanita tua memasang muka sedihnya sambil merobek-robek sejumlah kertas, dalam hati Ius “ibu itu koq menangis” sambil mengenali paras ibu tua tersebut.
MOS pun dimulai, setiap siswa baru disuruh mengumpulkan sampah dan membuangnya ketempat yang paling dekat dengan mereka, seorang kakak senior berteriak keras “ Lintahhh cepaaaat!!!!!!!!!!!!!” panggilnya memanggil nama cantik Ius, “i..i..a kak” terdengar dari mulut Ius, kemudian berlari dan menabrak tong sampah yang ternyata ada didepannya. “Haha…haha….haaaa” ketawa semua orang sambil menunjuk batang hidung Ius. Muka merah Ius mengisyaratkan rasa malunya terhadap kejadian tersebut, lalu ia berlari ke toilet dengan maksud membersihkan pakaiannya, tapi malah terdengar suara teriakan cewek dari dalam toilet yang dimasuki Ius, kawan-kawan Ius semakin tertawa kencang melihat kecerobohan Ius tersebut.
3 hari kemudian setelah acara MOS selesai, Ius dan kawan-kawannya mulai belajar layaknya seperti masa es em pe-nya dulu, Ius terlihat ngantuk dengan matapelajaran yang dibenci Ius sejak dari SMP, Matemetika. Ius kemudian permisi keluar kelas dengan alasan ke toilet.
Tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada seorang gadis yang lagi duduk sambil membaca sebuah novel di kantin, lalu Ius menyambar gadis itu “ hai, boleh gak aku duduk disini” permisinya kepada gadis itu, “ kenapa enggak..??” jawab gadis imut tersebut. “ ehmm, aku Ius “ kata Ius sambil memanjangkan tangannya, “ ohhh, jadi kamu yang kemarin ngintip aku di kamar mandi yaa???” kata gadis itu sambil melototi mata Ius “ tapi kan itu gak sengaja, kemarin aku buru-buru banget makanya gak tau kalo tu toilet cewek, jadi aku minta maaf banget ya??” maaf Ius kepada gadis tu, “ ya uda kalo gitu, kamu harus traktir aku makanan ini sebagai imbalannya..” balasnya, “ Oke, tapi kamu belum bilang nama kamu sapa..?” kata Ius, “ panggil aja aku Ayu” jawab Ayu. Setelah lama terdiam, Ius baru sadar kalo dia udah bolos dari kelas, “ eh, kamu kenapa gak masuk..?” tanya Ius , “ lho, kita kan satu kelas, emang kamu gak liat aku tadi permisi ma bapak tu, ya alasanku ke toilet sih, tapi aku malas masuk soalnya dari smp aku gak pernah suka yang namanya Matematika..” ulasnya, “ sama donk, aku juga bete di dalam” ujar Ius. Ius dan Ayu akhirnya keasyikan ngobrol sampe-sampe mereka gak tau kalo guru Matematika mereka sedang menuju ke arah mereka. Sambil mencubit telinga kedua siswa itu, pak guru tersebut mengiring mereka kedalam kelas.
Setelah bell pulang berdering, semua siswa terbangun dari khayalan mereka, Ius dan Ayu saling memandang seakan mau mengatakan sesuatu. Akhirnya Ius ngajak Ayu pulang bareng,” kita pulangnya sama aja ya..” ajakan Ius, “ maaf yus, aku di jemput pacar aku” balas Ayu, “ ooh, kalo gitu aku duluan yah, kapan-kapan kita maen kerumah kamu boleh gak..?” belum lagi pertanyaan tu di jawab, terdengar suara klekson motor memanggil Ayu, “ yus, aku duluan ya..?” balas Ayu sambil berlari ke motor pacarnya.
Waktu pun gak terasa, Ius dan Ayu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, terlihat Ayu melamun dan memikirkan sesuatu, lalu Ius mendekati gadis manja itu “ kamu kenapa manis..?” rayu Ius, “ yus, aku mau cerita ma kamu tapi ni rahasia kita berdua ya” syaratnya, “ Ok, sekarang kamu bilang aja kamu ada masalah apa?” setuju Ius, “ yus, aku baru aja minta putus ma pacarku karena dia gak pernah ngertiin aku bahkan menjelang ujian ini pun dia masih pengen ngajak aku nonton, jadi tadi aku minta putus ma dia dan memang sekarang ni aku lagi suka sama seorang cowok” curhat Ayu.
“kalo menurut aku sih, kamu gak salah ngambil keputusan seperti itu, tapi aku gak suka kalo kamu bilang lagi suka sama cowok lain, sementara kamu baru aja minta putus..” jawab Ius sambil menatapi paras Ayu yang imut itu.
Lalu Ayu menyandarkan kepalanya ke bahu Ius sambil berkata “ tapi aku udah lama suka dan sayang sama cowok itu Yus ..”, “ aku juga pernah ngerasain hal yang sama seperti kamu, tapi aku ngerasa aku gak harus miliki dia, karna didunia ini gak semua hal yang bisa dimiiliki..” ulas Ius. Belum sempat Ayu ngomong sesuatu, Ius langsung menyahut “ lebih baik sekarang kita belajar aja ya, kamu mau kita gak naik kelas seperti si Hardy”, “ ya gak lah, tapi kamu gendong aku ke dalam ya” manja Ayu.
Akhirnya, ujian pun selesai, Ius, Ayu, dan kawan-kawan mereka yang lain merencanakan jalan-jalan sebagai refreshing setelah ujian selesai. Pilihannya adalah ke pantai atau ke puncak, dan keputusannya adalah ke puncak. Ayu dan Ius pun ikut dalam acara tersebut, mereka merencanakan berada disana selama 3 hari 3 malam. Sesampainya di villa yang mereka sewa itu, mereka langsung istirahat sejenak sementara Ayu dan Ius masih asyik-asyiknya bercanda. Pada malam itu, mereka berkumpul di taman villa sambil menghidupkan api unggun. Entah kenapa, tiba-tiba saja Ayu demam, sementara Ius lagi sibuk memanggang daging bareng teman- temannya, lalu Ayu pergi ke kamar dengan maksud istirahat tapi kepala Ayu sudah keburu pusing, akhirnya dia pingsan tanpa ada yang tau. Tak lama kemudian, Hardy datang dan ngeliat Ayu dalam keadaan pingsan dia langsung manggil Ius “ yus, yus,, Ayu kenapa tu kayaknya dia pingsan”, Ius pun berlari sekencang mungkin, lalu mengangkat Ayu ke kamar. Setelah Ayu sadar, Ius masih tetap disampingnya. “ Yus, aku kenapa???” tanyanya, “ kamu tadi pingsan” jawab Ius sambil mengelus-elus dahi Ayu. “ sebenarnya kamu kenapa…?” sambung Ius, “ aku juga gak tau, tiba-tiba aja tadi badanku panas dan kepalaku pusing banget” jelas Ayu. “ya udah kamu istirahat aja dulu en minum obat ni tadi uda dibelikan Hardy buat kamu” bujuk Ius sambil memegang dahi Ayu untuk mengukur panasnya Ayu yang tak kunjung turun. Di tempat tidur ukuran untuk dua orang itu, Ayu masih menggigil, lalu Ius dengan kebingungannya naik ke tempat tidur tersebut dan dia pun memeluk erat Ayu maksudnya agar Ayu gak menggigil lagi. Ayu yang masih sadar juga gak merasa berlebihan dengan tindakan Ius, karena Ayu ngerasa semakin nyaman di peluk sama cowok yang selama ini menjaganya. Sementara itu tiba-tiba Hardy datang untuk melihat keadaan Ayu, tapi sebelum dia masuk, terlebih dahulu dia ngintip dari lobang kunci pintu kamar itu, melihat apa yang dilakukan Ius terhadap Ayu, Hardy langsung pergi dan gak khawatir bahwa sepupunya itu (Ayu) gak akan kenapa-napa bersama sahabatnya, Ius.
Malam semakin larut, panas Ayu mulai turun dan Ius ingin melepas pelukannya dari Ayu, tapi Ayu gak mau lepaskan dekapannya dari Ius. Akhirnya, Ayu dan Ius tidur dalam satu ranjang hingga mentari datang, mereka baru melepaskan pelukannya.
Di hari kedua dalam rekreasi mereka, Ayu dan Ius gak ikutan jalan-jalan bareng teman-temannya. Ius lebih memilih menjaga Ayu yang baru sembuh daripada jalan-jalan.
Sepulang dari jalan-jalannya, untuk yang pertama kalinya Ius mengantar Ayu langsung ke rumahnya. Lalu, sejenak Ius terdiam dan ngerasa saling kenal dengan ibunya Ayu. ” kamu kenapa yus?” tanya Ayu, heran. “ gak ada apa-apa,” jawab Ius lama. Setelah Ius mengantar Ayu ke kamarnya, Ius langsung menemui ibunya Ayu. “ bu, aku Ius temannya Ayu, aku mau tanya sesuatu bisa gak bu’ ?” tanya Ius, “ ada apa nak, kayaknya penting banget..?” tanya ibu itu sambil mencoba mengenali paras Ius. “ bu’ kayaknya aku pernah ketemu sama ibu’ waktu aku belanja di pasar kira-kira setahun yang lalu” kenang Ius, sambil tersenyum ibu Ayu menjawab “ masa kamu masih ingat, coba kamu ingat-ingat dulu soalnya jarang ada orang ingat wajah orang lain kalo hanya ketemu sekali, itu pun setahun yang lalu “. Sambil Ius menjawab, Ayu datang dari belakang tanpa sepengetahuan mereka “ waktu itu aku lagi beli perlengkapan untuk MOS bu’, terus aku lihat ibu lagi menangis dan memikirkan sesuatu sambil mengkoyak-koyak sejumlah lembaran kertas, lalu aku turut sedih bu’ karena airmata ibu tu ngingatin aku sama airmata ibu sewaktu almarhum papa meninggal. Itu yang buat aku terus ingat sama wajah ibu”. Lalu, ibu Ayu mengingat kejadian itu sementara Ayu mengambil posisi yang gak bisa terlihat oleh mereka berdua. Dalam keheningan itu, ibu Ayu menghela nafas panjang seraya berkata “ kamu adalah sahabat karib Ayu, dia sering cerita tentang kamu. Mungkin kamulah orang yang tepat untuk mengetahui rahasia yang bahkan Ayu pun tidak tahu”, “ maksud Ibu’” heran Ius. Kemudian ibu Ayu duduk di kursi teras itu dan menceritakan yang sesungguhnya “ setahun lalu sebelum Ayu masuk SMA, dia kecelakaan. Dia mengeluarkan darah yang banyak dari hidung dan mulutnya kemudian ibu dan papanya Ayu membawa dia ke sebuah Rumah Sakit terdekat. Kata dokter, dia butuh donor darah, sementara golongan darah ibu tidak sama dengan Ayu” lalu Ius langsung memotong perbincangan “ bagaimana dengan darah papa, bu’?” kemudian ibu Ayu menyambung ceritanya “pada saat itu, papanya Ayu menderita gejala TBC jadi kami takut dia juga terjangkit nantinya, jadi kami minta tolong sama seorang cowok anak temannya papa Ayu. Dia bersedia mendonorkan darahnya dan Ayu pun terselamatkan dari kritis. Tapi…”. “ tapi apa bu’??” tanya Ius penasaran. Sambil menangis ibu Ayu melanjutkan ceritanya “ setelah beberapa hari, cowok yang menyelamatkan putriku ternyata positf terjangkit HIV, setelah test di kampus mereka dilakukan”.
Langit serasa mengutuk bumi, Ius mengeluarkan airmatanya dengan derasnya sementara Ayu keluar dari persembunyiannya dan langsung memeluk ibunya sambil menangis pilu.
Ibu Ayu kemudian melanjutkan sepenggal lagi ceritanya “ kertas yang ibu koyak di pasar itu adalah kertas hasil test tersebut. Ibu ingin semua ini hanya mimpi tapi itu gak mungkin”
Waktu terus berputar, Ayu sama sekali gak mau diganggu oleh siapapun,terutama Ius. Tapi Ius terus memaksa, akhirnya pada suatu kesempatan saat Ayu keluar dari kelas, Ius langsung menyambar Ayu dan menarik tangannya sekuat mungkin sampe-sampe Ayu teriak kesakitan tapi Ius gak peduli, dia terus menarik Ayu sampe ke taman sekolah. Kemudian Ius mengatakan sesuatu dengan matanya yang sedang berbening-bening, “ Ayu, kamu adalah satu-satunya orang yang paling mengerti aku dan kamulah satu-satunya orang yang aku sayang. Sekarang, aku pengen kamu jadi pacarku, calon istriku”. Ayu sangat sedih dan mengeluarkan airmata membasahi pipinya yang manis itu, “ seandainya kamu mengatakan ini kepadaku sejak dulu dan seandainya sekarang aku gak seperti ini aku akan sangat sempurna yus, tapi sekarang semua udah sis-sia, akan lebih baik bila kata-kata itu kamu ucapkan kepada orang lain” jawab Ayu. Sambil memeluk Ayu, Ius menjanjikan sesuatu “ aku gak mau tau, kita sekarang sama-sama sayang dan saling mencintai, aku akan selalu bersamamu walau maut datang, sekarang kamu mau kan jadi pacarku?” masih berada dalam pelukan Ius, Ayu mengatakan setuju “ Aku sayang kamu yus, aku akan jadi pacar yang baik sebelum semua berakhir” ikrar Ayu.
Sepulang dari sekolah, Ius menyuruh Hardy menjemput Ayu dan Ius ingin membuktikan sesuatu kepada Ayu. Ketika Ayu datang, Ius menyuruh Hardy kemudian pulang.
“ malam ini hanya kita berdua disini, aku ingin kamu mau melakukan sesuatu untukku sebagai pertanda kita saling mencintai” minta Ius kepada Ayu, lalu Ayu terheran tapi tetap setuju dengan cowok yang paling dicintainya itu,” aku akan selalu setuju apapun yang kamu bilang”senyumnya.
Perlahan-lahan Ius mendekati Ayu dan tiba-tiba Ius mencium bibir Ayu yang sexy itu, kemudian Ayu gak bisa berbuat banyak. Satu per satu pakaian Ayu dilepas oleh Ius. Ayu hanya bisa diam, kemudian Ius dan Ayu melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami-istri.
Lalu setelah semua berakhir, Ius memeluk Ayu “ sayangku, sekarang kita berdua sudah positif terjangkit virus HIV, saat kamu pergi, aku akan datang menemuimu karena aku mencintaimu” ucap Ius sambil meneteskan airmatanya. Tangisan itu akhirnya disambung oleh Ayu.
Persis setelah Ujian Akhir selesai, penyakit itu datang menjemput Ayu, dia pergi dalam pelukan Ius. 6 bulan kemudian, Ius memenuhi janjinya kepada Ayu, Ia pun datang menyusul kekasihnya,Ayu. Cinta mereka kekal di dunia dan di surga…
Selesai
Karya
(Jeffrey A Sembiring)
Burrrrr… suara air setelah Ius melompat ke dalam kolam renang. Tiba-tiba seorang waanita berteriak “ Ius cepat donk mandinya udah kelamaan nunggunya” kemudian Ius membalas ” Ia ma, ne udah mau selesai”
Diatas roda empat yang baru dibeli itu mereka berbincang-bincang tentang sekolah Ius yang baru. Hari itu adalah hari pertama Ius masuk sekolah menengah atas (SMA), tapi sepertinya dia gak terlalu senang bila teringat masa SMP-nya yang dulu yang begitu indah namun harus diakhiri oleh kesedihan.
Begitu Ius masuk kedalam kelas, Ia melihat sebuah bangku kosong dan tanpa pikir panjang ia langsung duduk di bangku tersebut. Tak lama kemudian Ius kenalan dengan sseorang cowok yang bernama Hardy. “ hai aku Hardy” ucap hardy, “ Ius “ balasnya sambil menjabat tangan hardy yang ternyata tidak naik kelas tahun lalu.
Setelah semua siswa masuk ke kelas 1A tersebut, maka kakak senior mengumumkan jadwal MOS yang akan dilaksanakan besok. Sepulang dari sekolah, Ius ditemani mamanya membeli perlengkapan MOS besok, di pasar tradisional tempat mereka belanja itu, Ius melihat sseorang wanita tua memasang muka sedihnya sambil merobek-robek sejumlah kertas, dalam hati Ius “ibu itu koq menangis” sambil mengenali paras ibu tua tersebut.
MOS pun dimulai, setiap siswa baru disuruh mengumpulkan sampah dan membuangnya ketempat yang paling dekat dengan mereka, seorang kakak senior berteriak keras “ Lintahhh cepaaaat!!!!!!!!!!!!!” panggilnya memanggil nama cantik Ius, “i..i..a kak” terdengar dari mulut Ius, kemudian berlari dan menabrak tong sampah yang ternyata ada didepannya. “Haha…haha….haaaa” ketawa semua orang sambil menunjuk batang hidung Ius. Muka merah Ius mengisyaratkan rasa malunya terhadap kejadian tersebut, lalu ia berlari ke toilet dengan maksud membersihkan pakaiannya, tapi malah terdengar suara teriakan cewek dari dalam toilet yang dimasuki Ius, kawan-kawan Ius semakin tertawa kencang melihat kecerobohan Ius tersebut.
3 hari kemudian setelah acara MOS selesai, Ius dan kawan-kawannya mulai belajar layaknya seperti masa es em pe-nya dulu, Ius terlihat ngantuk dengan matapelajaran yang dibenci Ius sejak dari SMP, Matemetika. Ius kemudian permisi keluar kelas dengan alasan ke toilet.
Tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada seorang gadis yang lagi duduk sambil membaca sebuah novel di kantin, lalu Ius menyambar gadis itu “ hai, boleh gak aku duduk disini” permisinya kepada gadis itu, “ kenapa enggak..??” jawab gadis imut tersebut. “ ehmm, aku Ius “ kata Ius sambil memanjangkan tangannya, “ ohhh, jadi kamu yang kemarin ngintip aku di kamar mandi yaa???” kata gadis itu sambil melototi mata Ius “ tapi kan itu gak sengaja, kemarin aku buru-buru banget makanya gak tau kalo tu toilet cewek, jadi aku minta maaf banget ya??” maaf Ius kepada gadis tu, “ ya uda kalo gitu, kamu harus traktir aku makanan ini sebagai imbalannya..” balasnya, “ Oke, tapi kamu belum bilang nama kamu sapa..?” kata Ius, “ panggil aja aku Ayu” jawab Ayu. Setelah lama terdiam, Ius baru sadar kalo dia udah bolos dari kelas, “ eh, kamu kenapa gak masuk..?” tanya Ius , “ lho, kita kan satu kelas, emang kamu gak liat aku tadi permisi ma bapak tu, ya alasanku ke toilet sih, tapi aku malas masuk soalnya dari smp aku gak pernah suka yang namanya Matematika..” ulasnya, “ sama donk, aku juga bete di dalam” ujar Ius. Ius dan Ayu akhirnya keasyikan ngobrol sampe-sampe mereka gak tau kalo guru Matematika mereka sedang menuju ke arah mereka. Sambil mencubit telinga kedua siswa itu, pak guru tersebut mengiring mereka kedalam kelas.
Setelah bell pulang berdering, semua siswa terbangun dari khayalan mereka, Ius dan Ayu saling memandang seakan mau mengatakan sesuatu. Akhirnya Ius ngajak Ayu pulang bareng,” kita pulangnya sama aja ya..” ajakan Ius, “ maaf yus, aku di jemput pacar aku” balas Ayu, “ ooh, kalo gitu aku duluan yah, kapan-kapan kita maen kerumah kamu boleh gak..?” belum lagi pertanyaan tu di jawab, terdengar suara klekson motor memanggil Ayu, “ yus, aku duluan ya..?” balas Ayu sambil berlari ke motor pacarnya.
Waktu pun gak terasa, Ius dan Ayu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, terlihat Ayu melamun dan memikirkan sesuatu, lalu Ius mendekati gadis manja itu “ kamu kenapa manis..?” rayu Ius, “ yus, aku mau cerita ma kamu tapi ni rahasia kita berdua ya” syaratnya, “ Ok, sekarang kamu bilang aja kamu ada masalah apa?” setuju Ius, “ yus, aku baru aja minta putus ma pacarku karena dia gak pernah ngertiin aku bahkan menjelang ujian ini pun dia masih pengen ngajak aku nonton, jadi tadi aku minta putus ma dia dan memang sekarang ni aku lagi suka sama seorang cowok” curhat Ayu.
“kalo menurut aku sih, kamu gak salah ngambil keputusan seperti itu, tapi aku gak suka kalo kamu bilang lagi suka sama cowok lain, sementara kamu baru aja minta putus..” jawab Ius sambil menatapi paras Ayu yang imut itu.
Lalu Ayu menyandarkan kepalanya ke bahu Ius sambil berkata “ tapi aku udah lama suka dan sayang sama cowok itu Yus ..”, “ aku juga pernah ngerasain hal yang sama seperti kamu, tapi aku ngerasa aku gak harus miliki dia, karna didunia ini gak semua hal yang bisa dimiiliki..” ulas Ius. Belum sempat Ayu ngomong sesuatu, Ius langsung menyahut “ lebih baik sekarang kita belajar aja ya, kamu mau kita gak naik kelas seperti si Hardy”, “ ya gak lah, tapi kamu gendong aku ke dalam ya” manja Ayu.
Akhirnya, ujian pun selesai, Ius, Ayu, dan kawan-kawan mereka yang lain merencanakan jalan-jalan sebagai refreshing setelah ujian selesai. Pilihannya adalah ke pantai atau ke puncak, dan keputusannya adalah ke puncak. Ayu dan Ius pun ikut dalam acara tersebut, mereka merencanakan berada disana selama 3 hari 3 malam. Sesampainya di villa yang mereka sewa itu, mereka langsung istirahat sejenak sementara Ayu dan Ius masih asyik-asyiknya bercanda. Pada malam itu, mereka berkumpul di taman villa sambil menghidupkan api unggun. Entah kenapa, tiba-tiba saja Ayu demam, sementara Ius lagi sibuk memanggang daging bareng teman- temannya, lalu Ayu pergi ke kamar dengan maksud istirahat tapi kepala Ayu sudah keburu pusing, akhirnya dia pingsan tanpa ada yang tau. Tak lama kemudian, Hardy datang dan ngeliat Ayu dalam keadaan pingsan dia langsung manggil Ius “ yus, yus,, Ayu kenapa tu kayaknya dia pingsan”, Ius pun berlari sekencang mungkin, lalu mengangkat Ayu ke kamar. Setelah Ayu sadar, Ius masih tetap disampingnya. “ Yus, aku kenapa???” tanyanya, “ kamu tadi pingsan” jawab Ius sambil mengelus-elus dahi Ayu. “ sebenarnya kamu kenapa…?” sambung Ius, “ aku juga gak tau, tiba-tiba aja tadi badanku panas dan kepalaku pusing banget” jelas Ayu. “ya udah kamu istirahat aja dulu en minum obat ni tadi uda dibelikan Hardy buat kamu” bujuk Ius sambil memegang dahi Ayu untuk mengukur panasnya Ayu yang tak kunjung turun. Di tempat tidur ukuran untuk dua orang itu, Ayu masih menggigil, lalu Ius dengan kebingungannya naik ke tempat tidur tersebut dan dia pun memeluk erat Ayu maksudnya agar Ayu gak menggigil lagi. Ayu yang masih sadar juga gak merasa berlebihan dengan tindakan Ius, karena Ayu ngerasa semakin nyaman di peluk sama cowok yang selama ini menjaganya. Sementara itu tiba-tiba Hardy datang untuk melihat keadaan Ayu, tapi sebelum dia masuk, terlebih dahulu dia ngintip dari lobang kunci pintu kamar itu, melihat apa yang dilakukan Ius terhadap Ayu, Hardy langsung pergi dan gak khawatir bahwa sepupunya itu (Ayu) gak akan kenapa-napa bersama sahabatnya, Ius.
Malam semakin larut, panas Ayu mulai turun dan Ius ingin melepas pelukannya dari Ayu, tapi Ayu gak mau lepaskan dekapannya dari Ius. Akhirnya, Ayu dan Ius tidur dalam satu ranjang hingga mentari datang, mereka baru melepaskan pelukannya.
Di hari kedua dalam rekreasi mereka, Ayu dan Ius gak ikutan jalan-jalan bareng teman-temannya. Ius lebih memilih menjaga Ayu yang baru sembuh daripada jalan-jalan.
Sepulang dari jalan-jalannya, untuk yang pertama kalinya Ius mengantar Ayu langsung ke rumahnya. Lalu, sejenak Ius terdiam dan ngerasa saling kenal dengan ibunya Ayu. ” kamu kenapa yus?” tanya Ayu, heran. “ gak ada apa-apa,” jawab Ius lama. Setelah Ius mengantar Ayu ke kamarnya, Ius langsung menemui ibunya Ayu. “ bu, aku Ius temannya Ayu, aku mau tanya sesuatu bisa gak bu’ ?” tanya Ius, “ ada apa nak, kayaknya penting banget..?” tanya ibu itu sambil mencoba mengenali paras Ius. “ bu’ kayaknya aku pernah ketemu sama ibu’ waktu aku belanja di pasar kira-kira setahun yang lalu” kenang Ius, sambil tersenyum ibu Ayu menjawab “ masa kamu masih ingat, coba kamu ingat-ingat dulu soalnya jarang ada orang ingat wajah orang lain kalo hanya ketemu sekali, itu pun setahun yang lalu “. Sambil Ius menjawab, Ayu datang dari belakang tanpa sepengetahuan mereka “ waktu itu aku lagi beli perlengkapan untuk MOS bu’, terus aku lihat ibu lagi menangis dan memikirkan sesuatu sambil mengkoyak-koyak sejumlah lembaran kertas, lalu aku turut sedih bu’ karena airmata ibu tu ngingatin aku sama airmata ibu sewaktu almarhum papa meninggal. Itu yang buat aku terus ingat sama wajah ibu”. Lalu, ibu Ayu mengingat kejadian itu sementara Ayu mengambil posisi yang gak bisa terlihat oleh mereka berdua. Dalam keheningan itu, ibu Ayu menghela nafas panjang seraya berkata “ kamu adalah sahabat karib Ayu, dia sering cerita tentang kamu. Mungkin kamulah orang yang tepat untuk mengetahui rahasia yang bahkan Ayu pun tidak tahu”, “ maksud Ibu’” heran Ius. Kemudian ibu Ayu duduk di kursi teras itu dan menceritakan yang sesungguhnya “ setahun lalu sebelum Ayu masuk SMA, dia kecelakaan. Dia mengeluarkan darah yang banyak dari hidung dan mulutnya kemudian ibu dan papanya Ayu membawa dia ke sebuah Rumah Sakit terdekat. Kata dokter, dia butuh donor darah, sementara golongan darah ibu tidak sama dengan Ayu” lalu Ius langsung memotong perbincangan “ bagaimana dengan darah papa, bu’?” kemudian ibu Ayu menyambung ceritanya “pada saat itu, papanya Ayu menderita gejala TBC jadi kami takut dia juga terjangkit nantinya, jadi kami minta tolong sama seorang cowok anak temannya papa Ayu. Dia bersedia mendonorkan darahnya dan Ayu pun terselamatkan dari kritis. Tapi…”. “ tapi apa bu’??” tanya Ius penasaran. Sambil menangis ibu Ayu melanjutkan ceritanya “ setelah beberapa hari, cowok yang menyelamatkan putriku ternyata positf terjangkit HIV, setelah test di kampus mereka dilakukan”.
Langit serasa mengutuk bumi, Ius mengeluarkan airmatanya dengan derasnya sementara Ayu keluar dari persembunyiannya dan langsung memeluk ibunya sambil menangis pilu.
Ibu Ayu kemudian melanjutkan sepenggal lagi ceritanya “ kertas yang ibu koyak di pasar itu adalah kertas hasil test tersebut. Ibu ingin semua ini hanya mimpi tapi itu gak mungkin”
Waktu terus berputar, Ayu sama sekali gak mau diganggu oleh siapapun,terutama Ius. Tapi Ius terus memaksa, akhirnya pada suatu kesempatan saat Ayu keluar dari kelas, Ius langsung menyambar Ayu dan menarik tangannya sekuat mungkin sampe-sampe Ayu teriak kesakitan tapi Ius gak peduli, dia terus menarik Ayu sampe ke taman sekolah. Kemudian Ius mengatakan sesuatu dengan matanya yang sedang berbening-bening, “ Ayu, kamu adalah satu-satunya orang yang paling mengerti aku dan kamulah satu-satunya orang yang aku sayang. Sekarang, aku pengen kamu jadi pacarku, calon istriku”. Ayu sangat sedih dan mengeluarkan airmata membasahi pipinya yang manis itu, “ seandainya kamu mengatakan ini kepadaku sejak dulu dan seandainya sekarang aku gak seperti ini aku akan sangat sempurna yus, tapi sekarang semua udah sis-sia, akan lebih baik bila kata-kata itu kamu ucapkan kepada orang lain” jawab Ayu. Sambil memeluk Ayu, Ius menjanjikan sesuatu “ aku gak mau tau, kita sekarang sama-sama sayang dan saling mencintai, aku akan selalu bersamamu walau maut datang, sekarang kamu mau kan jadi pacarku?” masih berada dalam pelukan Ius, Ayu mengatakan setuju “ Aku sayang kamu yus, aku akan jadi pacar yang baik sebelum semua berakhir” ikrar Ayu.
Sepulang dari sekolah, Ius menyuruh Hardy menjemput Ayu dan Ius ingin membuktikan sesuatu kepada Ayu. Ketika Ayu datang, Ius menyuruh Hardy kemudian pulang.
“ malam ini hanya kita berdua disini, aku ingin kamu mau melakukan sesuatu untukku sebagai pertanda kita saling mencintai” minta Ius kepada Ayu, lalu Ayu terheran tapi tetap setuju dengan cowok yang paling dicintainya itu,” aku akan selalu setuju apapun yang kamu bilang”senyumnya.
Perlahan-lahan Ius mendekati Ayu dan tiba-tiba Ius mencium bibir Ayu yang sexy itu, kemudian Ayu gak bisa berbuat banyak. Satu per satu pakaian Ayu dilepas oleh Ius. Ayu hanya bisa diam, kemudian Ius dan Ayu melakukan hal yang seharusnya dilakukan suami-istri.
Lalu setelah semua berakhir, Ius memeluk Ayu “ sayangku, sekarang kita berdua sudah positif terjangkit virus HIV, saat kamu pergi, aku akan datang menemuimu karena aku mencintaimu” ucap Ius sambil meneteskan airmatanya. Tangisan itu akhirnya disambung oleh Ayu.
Persis setelah Ujian Akhir selesai, penyakit itu datang menjemput Ayu, dia pergi dalam pelukan Ius. 6 bulan kemudian, Ius memenuhi janjinya kepada Ayu, Ia pun datang menyusul kekasihnya,Ayu. Cinta mereka kekal di dunia dan di surga…
Selesai
Karya
(Jeffrey A Sembiring)
Langganan:
Postingan (Atom)